Rabu, 26 Juni 2013

Simpan Hatimu Untuk Seseorang Yang Peduli Padamu


Pilihlah seseorang...
Yang mampu merasakan kesedihanmu
dibalik senyumanmu.
Yang mampu mengerti pikiranmu
disaat engkau terdiam.
Yang mampu merasakan kasih sayangmu disaat kemarahanmu.

Karena dialah yang akan bisa mengerti
tentang dirimu. Terkadang engkau harus berlari jauh..

Agar engkau tahu siapa yang akan
datang kepadamu. Terkadang engkau harus berbicara
pelan..

Agar engkau tahu siapa yang masih
mau mendengarkanmu. Terkadang engkau harus melibatkan
diri kedalam sebuah perbedaan..

Agar engkau tahu siapa yang masih
akan membelamu. Terkadang engkau harus mencoba
mengambil keputusan yang kurang
tepat..

Agar engkau tahu siapa yang akan
menunjukkanmu keputusan yang
benar. Terkadang engkau harus melepaskan
orang yang sangat engkau cintai..

Agar engkau tahu apakah dia akan
kembali setia di sisimu.

Sesungguhnya...

Ketika kita pergi bersembunyi
hanyalah untuk ditemukan.
Ketika kita berjalan jauh hanyalah
untuk melihat siapa yang masih setia
mengikuti.
Ketika kita menangis agar kita tahu siapa yang dengan ikhlas menghapus
air mata kita.

Dan dialah sebenarnya yang masih
mempedulikan kita.
Yang akan membuat hidupmu berbalut
bahagia penuh senyuman.

Minggu, 23 Juni 2013

Bersyukur Itu WAJIB !!

Entah kenapa hari itu saya merasa Allah kembali menegur dan menyadarkan saya untuk kesekian kali nya. Waktu itu saya dan temen saya sedang dalam perjalanan pulang dari kerja. Seketika kami diperlihatkan suatu pemandangan yang membuat kami langsung "JLEB dan diam seketika". Ada seorang mahasiswa berpakaian almamater Unpad yang hanya hanya mempunyai satu kaki untuk berjalan, tanpa menggunakan tongkat sebagai alat bantu tapi dengan begitu semangat nya dia berjalan sembari meloncat untuk mencapai tempat tujuan nya. Mata saya terus terpaku menatap pria itu sampai odong2 Unpad membawa saya semakin menjauh darinya.



Melihat hal itu saya serasa dicambuk berbagai pertanyaan, pantaskan selama ini saya terlalu banyak mengeluh jika dihadapkan pada suatu problematika hidup? sedangkan pria berpakaian almamater itu terlihat bersemangat dan tanpa beban menjalani hidup nya walaupun Allah hanya memberinya satu kaki? Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ? 
Bersyukur !!! bersyukur atas segala nikmat yang telah kita rasakan selama ini, masih banyak orang diluar sana yang jalan hidup nya jauh lebih berliku dibanding kita tapi kenapa mereka tetap terlihat bahagia dan semangat menjalani hidup?karena bagi mereka BERSYUKUR itu WAJIB hukumnya , kenapa bagi kita tidak ???


Sabtu, 22 Juni 2013

Orang Itu Munafik. Pantaskah Kita Menilai ??

assalamualaikum,
bismillah,

Tema yang akan saya bahas kali ini adalah mengenai munafik. Pasti kalian sudah tahu dan mengenal kata sifat yang diadaptasi dari bahasa arab tersebut. Namun, saya tidak akan membahas pengertian sifat Munafik itu sendiri. karena saya yakin anda sudah mengerti arti kata munafik. Karena di Al-Qur'an telah jelas disebutkan bahaya serta tanda-tanda sifat munafik.


Seperti yang saya katakan diatas, bahwa ada penjelasan yang mendetail tentang Munafik. Sehingga diharapkan kita mampu menghindarkan diri dari sifat tersebut dan kita juga bisa menjauhkan orang disekeliling kita dari sifat yang amat bahaya tersebut.

Sedikit cerita, Dulu saya sempat geram dan memvonis teman saya munafik. Karena dalam jejaring sosial facebook dia sering memasang status-status yang sangat indah dan baik sekali. Dalam hal ini, teman saya tersebut banyak mencantumkan ayat maupun hadist satu persatu. Padahal saya sering dengar dan melihat dia masih mencontek dikelas dan berkata-kata yang tidak pantas diucapkan sebagai siswa berpendidikan dan banyak hal yang lain. Pada saat itu saya sempat berkata "jika kamu memasukkan ayat/hadits dalam statusmu niscaya seumur hidupmu tidak akan pernah selesai".


Dalam cerita diatas saya memvonis temen saya munafik. Benarkah perbuatan saya ? . Tentu sebagian dari kalian akan berkata "benar" ada juga yang "salah" hal ini boleh-boleh saja karena seperti yang telah saya jelaskan dalam artikel saya sebelumnya. Namun, Pernahkah kita menoleh kearah diri kita sendiri ? apakah kita sudah benar ? sehingga kita bisa memvonis orang lain munafik. Apakah bukan kita yang munafik karena telah berkhianat hati dan prasangka kepada teman kita ?.

Bisa-bisa saja kita memvonis Teman kita munafik. Tapi ingatlah pepatah "kuman diseberang pulau kelihatan sedang gajah dipelupuk mata tak terlihat". dari pepatah diatas kita bisa menyimpulkan bahwa sesungguhnya kesalahan kita masih lebih besar dari teman kita. Sebagai cambukan agar kita tidak merasa diri kita paling benar.

Dari hal diatas kita dapat mengambil 5 hal sebagai hikmah
  • Pertama, ketika kita menyampaikan kebaikan (meskipun kita belum seperti yang kita sampaikan) maka jadikanlah itu sebagai cambuk itu diri kita sendiri agar punya self control dari diri sendiri.
  • Kedua, jadikanlah apa yang kita sampaikan tersebut sebagai pelecut supaya kita sendiri menjadi terus lebih baik dan tidak berperilaku yang bersifat kontra dengan kebaikan yang telah kita sampaikan.
  • Ketiga, Sepertinya menyampaikan perkataan yang baik masih jauh lebih baik  ketimbang menyampaikan perkataan yang sama buruknya atau lebih dari perliaku kita.
  • Keempat, kurangi atau bahkan hilangkan negatif thinking terhadap orang lain. Karena, banyak hal yang tidak kita ketahui ketika dia sedang sendiri di sepertiga malam, dan di saat-saat siapapun tidak ada yang melihatnya. Bisa jadi dia tidak seburuk yang kita kira. Setiap orang mungkin punya catatan kehidupan yang negatif, tapi setiap orang mempunya hak untuk merubahnya menjadi positif. Dan yang terpenting, kita tidak pernah tahu nilai spesial apa yang Tuhan berikan untuk dia.
  • Kelima,  teteeeep… sampaikanlah kebaikan walau cuma satu ayat. Tidak perlu khawatir orang akan menilai kita munafik, tapi lebih khawatirlah ketika kita tidak berguna sama sekali
    Demikianlah sobat, sedikit opini saya yang mudah-mudahan bisa ada nilai benar dan baiknya. Saya tidak bermaksud mengarahkan siapapun untuk sama dengan opini saya. Penilai munafik atau tidaknya kebaikan yang disampaikan setiap orang mungkin tetaplah milik Tuhan, kecuali pada beberap hal yang Tuhan tampakan betul untuk kita. Yang terpenting adalah kita berusaha terus lebih baik dan lebh berguna, minimal dari lisan dan tulisan kita.
    Satu lagi, diatas saya sudah berjanji akan memberikan gambaran siapa kawan yang dimaksud diatas. Kawan yang saya maksud diatas sebetulnya adalah fiktif, ya sepenuhnya fiktif, alias perekaan saya sendiri walaupun mungkin tidak menutup kemungkinan sebenarnya ada. Jadi clear ya… :)
    Sekian, Wallahu’alam.

Senin, 17 Juni 2013

Melamun Dapat Mencerdaskan Otak

Orang dengan pikiran kerap mengembara kemungkinan mempunyai otak lebih tajam.

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang terus menerus "terganggu" ternyata mempunyai "memori kerja" lebih banyak. Hal tersebut membuat mereka bisa melakukan dua hal bersamaan dalam satu waktu.


Psikolog dari University of Wisconsin-Madison, Daniel Levinson, mengatakan mereka yang mempunyai kapasitas memori kerja lebih tinggi dilaporkan lebih sering melamun selama mengerjakan tugas-tugas sederhana meskipun prestasi mereka tidak meragukan.

Partisipan dalam penelitian ini harus menekan tombol sebagai respons terhadap munculnya huruf tertentu di layar atau menekan pada waktu yang tepat. Para peneliti mengecek secara rutin untuk mengetahui apakah pikiran mereka mengembara. Pada akhir penelitian, para ilmuwan mengukur kapasitas memori kerja partisipan, memberi mereka skor untuk kemampuan dalam mengingat sekumpulan huruf diselingi dengan pertanyaan matematika yang mudah.


Levinson mengatakan dibutuhkan lebih banyak ruang kerja mental, misalnya, untuk menambahkan dua angka yang diucapkan tanpa menuliskannya. Kapasitas tersebut dihubungkan dengan pengukuran umum kecerdasan seperti membaca secara menyeluruh dan skor IQ.

Studi terbaru ini menggarisbawahi betapa pentingnya memori kerja untuk membantu otak fokus dalam masalah-masalah yang paling sulit.

Hasil dari penelitian Levinson itu dipublikasikan secara online di Psychological Science. Ini pertama kalinya sebuah penelitian menunjukkan hubungan antara pikiran yang sering mengembara alias melamun dengan kecerdasan.